Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Sukamara


Diunggah hari Selasa tanggal 04-05-2021 20:13:00 WIB

Syarat Pembatalan Haji Khusus



PEMBATALAN HAJI KHUSUS

DASAR HUKUM : PMA NOMOR 23 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI KHUSUS

 

A. MEKANISME PEMBATALAN PENDAFTARAN JEMAAH HAJI SETORAN AWAL BPIH KHUSUS

- Pembatalan pendaftaran haji dilakukan oleh Jemaah haji melalui PIHK di Kanwil tempat mendaftar dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Surat permohonan pembatalan dari Jemaah haji dengan mencantumkan nomor rekening tabungan yang masih aktif atas nama Jemaah haji yang bersangkutan, alas an pembatalan, nomor telepon Jemaah haji yang bsia dihubungi, dibubuhkan tanda tangan basah dan bermaterai secukupnya;

2. Surat pengantar pembatalan pendaftaran haji dari PIHK yang ditandatangani pimpinan PIHK kepada kepala Kanwil, Cq.Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah;

3. Bukti asli aplikasi transfer setoran awal BPIH Khusus yang dikeluarkan BPS BPIH;

4. Bukti asli setoran awal BPIH Khusus, lembar peruntukan untuk Jemaah haji yang bersangkutan dan PIHK;

5. SPPH;

6. Daftar nominatif Jemaah haji batal;

7. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari Jemaah haji yang bersangkutan;

8. Fotokopi KTP Jemaah haji dan petugas PIHK;

9. Fotokopi buku tabungan Jemaah haji yang masih aktif dan memperlihatkan aslinya;

 

- Bagi Jemaah haji yang meninggal dunia, pembatalan pendaftaran haji dilakukan oleh ahli waris/kuasa waris melalui PIHK di Kanwil tempat mendaftar dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Surat permohonan pembatalan dari ahli waris/kuasa waris yang ditandatangani ahli waris/kuasa waris dengan mencantumkan nomor rekening tabungan yang masih aktif atas nama ahli waris/kuasa waris, nomor telepon ahli waris/kuasa waris yang bsia dihubungi;

2. Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Lurah/Kepala Desa/Rumah Sakit;

3. Surat keterangan ahli waris bermaterai secukupnya yang dikeluarkan Lurah/Kepala Desa dan diketahui oleh Camat;

4. Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk ahli waris untuk melakukan pembatalan pendaftaran Jemaah haji bermaterai secukupnya

5. Fotokopi KTP ahli waris/kuasa waris Jemaah haji yang mengajukan pembatalan pendaftaran Jemaah haji;

6. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari ahli waris/kuasa waris bermaterai secukupnya;

7. Bukti asli setoran awal BPIH Khusus, lembar peruntukan untuk Jemaah haji yang bersangkutan dan PIHK;

8. Bukti asli aplikasi transfer setoran awal BPIH Khusus yang dikeluarkan BPS BPIH;

9. SPPH;

10. Daftar nominatif Jemaah haji batal;

11. Fotokopi KTP petugas PIHK

12. Fotokopi buku tabungan ahli waris/kuasa waris yang masih aktif dan memperlihatkan aslinya

 

- Dalam hal bukti asli setoran awal BPIH Khusus dan asli aplikasi transfer setoran awal BPIH Khusus sebagaimana dimaksud paa butir 1 dan butir 2 hilang, Jemaah haji/ahli waris/kuasa waris wajib melampirkan surat keterangan kehilangan dari Kepolisian dan fotokopi bukti setoran awal BPIH Khusus dan aplikasi transfer setoran awal BPIH Khusus yang dilegalisir BPS BPIH.

 

B. MEKANISME PEMBATALAN PENDAFTARAN JEMAAH HAJI SETORAN LUNAS BPIH KHUSUS

- Pembatalan pendaftaran haji dilakukan oleh Jemaah haji melalui PIHK di Kanwil tempat mendaftar dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Surat permohonan pembatalan dari Jemaah haji dengan mencantumkan nomor rekening tabungan yang masih aktif atas nama Jemaah haji yang bersangkutan, alas an pembatalan, nomor telepon Jemaah haji yang bsia dihubungi, dibubuhkan tanda tangan basah dan bermaterai secukupnya ;

2. Surat pengantar pembatalan pendaftaran haji dari PIHK yang ditandatangani pimpinan PIHK kepada kepala Kanwil, Cq.Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah;

3. Bukti asli aplikasi transfer setoran awal dan setoran lunas BPIH Khusus;

4. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari Jemaah haji yang bersangkutan;

5. Bukti asli setoran awal dan setoran lunas BPIH Khusus, lembar peruntukan untuk Jemaah haji yang bersangkutan dan PIHK;

6. SPPH;

7. Daftar nominatif Jemaah haji batal;

8. Fotokopi KTP Jemaah haji dan petugas PIHK;

9. Fotokopi buku tabungan Jemaah haji yang masih aktif dan memperlihatkan aslinya;

 

- Bagi Jemaah haji yang meninggal dunia, pembatalan pendaftaran haji dilakukan oleh ahli waris/kuasa waris melalui PIHK di Kanwil tempat mendaftar dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Surat permohonan pembatalan dari ahli waris/kuasa waris yang ditandatangani ahli waris/kuasa waris dengan mencantumkan nomor rekening tabungan yang masih aktif atas nama ahli waris/kuasa waris, nomor telepon ahli waris/kuasa waris yang bsia dihubungi;

2. Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Lurah/Kepala Desa/Rumah Sakit;

3. Surat keterangan ahli waris bermaterai secukupnya yang dikeluarkan Lurah/Kepala Desa dan diketahui oleh Camat;

4. Surat keterangan kuasa waris yang ditunjuk ahli waris untuk melakukan pembatalan pendaftaran Jemaah haji bermaterai secukupny;

5. Fotokopi KTP ahli waris/kuasa waris Jemaah haji yang mengajukan pembatalan pendaftaran Jemaah haji;

6. Bukti asli setoran awal dan setoran lunas BPIH Khusus, lembar peruntukan untuk Jemaah haji yang bersangkutan dan PIHK;

7. Bukti asli aplikasi transfer setoran awal dan setoran lunas BPIH Khusus;

8. SPPH;

9. Daftar nominatif Jemaah haji batal;

10. Fotokopi KTP petugas PIHK;

11. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari ahli waris/kuasa waris bermaterai secukupnya;

12. Fotokopi buku tabungan ahli waris/kuasa waris yang masih aktif dan memperlihatkan aslinya;

 

- Dalam hal bukti asli setoran awal dan setoran lunas BPIH Khusus dan asli aplikasi transfer setoran awal dan setoran lunas BPIH Khusus sebagaimana dimaksud pada butir 1 dan butir 2 hilang, Jemaah haji/ahli waris/kuasa waris wajib melampirkan surat keterangan kehilangan dari Kepolisian dan fotokopi bukti setoran awal dan setoran lunas BPIH Khusus dan aplikasi transfer setoran awal dan setoran lunas BPIH Khusus yang dilegalisir BPS BPIH.



Telah Dibaca 48 kali,
Bagikan Halaman Ini