Buah matoa (Pometia pinnata) adalah buah tropis yang berasal dari Papua dan banyak ditemukan di wilayah timur Indonesia. Buah ini memiliki rasa yang manis, perpaduan antara rambutan, kelengkeng, dan durian, serta teksturnya lembut dan berair.
Anugerah dan Nikmat Allah
Dalam Islam, segala bentuk rezeki dan ciptaan di bumi adalah tanda kekuasaan Allah. Buah-buahan, termasuk matoa, disebut dalam Al-Qur`an sebagai salah satu bentuk nikmat yang Allah berikan kepada manusia.
"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan."
(QS. An-Nahl: 11)
Matoa sebagai buah khas Indonesia adalah bagian dari keberagaman nikmat yang diberikan Allah agar manusia bersyukur dan menjaga alam.
Berikut langkah-langkah untuk membuat teh herbal dari biji buah matoa:
*Bahan:*
- Biji buah matoa secukupnya (5–10 biji)
- Air bersih 500 ml
*Langkah:*
1. *Pembersihan*
Cuci bersih biji matoa dari sisa daging buah yang menempel.
2. *Pengeringan*
Jemur biji matoa di bawah sinar matahari selama 2–3 hari hingga benar-benar kering, atau gunakan oven dengan suhu rendah (60–70°C) selama beberapa jam.
3. *Sangrai atau panggang*
Sangrai biji matoa di wajan tanpa minyak hingga warnanya sedikit kecokelatan dan aroma khasnya keluar.
4. *Penghalusan (opsional)*
Anda bisa memecah atau menghancurkan biji sangrai menjadi potongan kecil untuk memudahkan proses penyeduhan.
5. *Penyeduhan*
Rebus biji matoa yang telah disangrai dengan air selama 10–15 menit. Saring dan sajikan selagi hangat.
### Tips Konsumsi
- Teh biji matoa dapat dikonsumsi 1–2 kali sehari.
- Bisa ditambahkan madu atau jahe untuk menambah cita rasa dan manfaat kesehatan.
Biji matoa yang sebelumnya dianggap limbah kini bisa dimanfaatkan sebagai minuman herbal yang kaya manfaat. Dengan pengolahan yang tepat, teh dari biji matoa dapat menjadi alternatif sehat dalam gaya hidup alami. Selain menyehatkan, pemanfaatan ini juga mendukung prinsip zero waste dan ramah lingkungan.
- Nova Rizqiana, S.Pd
- Sandra Pratiwi Mediva, S.Pd
(MIN Gunung Mas)
Telah Dibaca 429 kali,
Bagikan Halaman Ini