Kantor Kementerian Agama
Kota Palangkaraya



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Selasa tanggal 21-09-2021 13:28:42 WIB

Tiga Siswa MTsN 1 Kota di KSM Tingkat Provinsi



Palangka Raya (Humas) - Tiga siswa MTsN 1 Kota Palangka Raya kembali bertanding di Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi, Senin, 20 September 2021. Farel Argha Firansyah (Matematika Terintegrasi), Nida Fariha Azkia (IPA Terintegrasi), Rahmania Dina Safika (IPS Terintegrasi) bersama enam siswa lain dari beberapa MTs di kota Palangka Raya bersemangat mengikuti kompetisi yang bertempat di Laboratorium Bahasa MTsN 1 Kota.  

Kegiatan yang semula terjadwal pukul 08.00 WIB ini harus mundur karena permasalahan internet di beberapa wilayah di Indonesia bagian Timur. Rita Sukaesih sempat khawatir karena di hari sebelumnya internet di kota Palangka Raya juga lambat. "Alhamdulillah, ternyata penundaan bukan karena permasalahan teknis di lab bahasa. Waktu uji coba hari Sabtu kemarin semua lancar. Kita juga sudah memilih fasilitas  komputer dengan jaringan internet yang paling baik," terangnya setelah mendampingi pengawas dari kantor Kemenag Kota dan Provinsi yang hadir memonitor kegiatan.  

Kendala lain yang terjadi saat kompetisi daring melalui aplikasi CBT ini adalah munculnya keterangan token kadaluwarsa saat peserta mengerjakan soal. Setelah peserta mengisi format bantuan dan menunggu sekitar 5 menit, mereka dapat login kembali. "Ini masalah server. Wajar masalah seperti ini terjadi, karena pesertanya dari seluruh Indonesia. Dalam satu ruangan saja bisa ada yang lambat," tutur Mursalim, proktor ujian di MTsN 1 Kota. 

Setelah keluar dari ruang ujian, beberapa peserta mengaku, materi kompetisi ini banyak meleset dari apa yang dipelajari berdasar pengalaman saat kompetisi di tingkat kota. "Lebih sulit, Bu. Jauh berbeda dari KSM sebelumnya. Kalau komposisi soal yang berbahasa Inggris dan Arab hampir sama. Hanya materi saja yang lebih sulit," aku Kanjeng Noorzelifa, peserta dari MTs Annur Palangka Raya. Pengakuan serupa juga disampaikan oleh Rahmania Dina Safika dari MTsN 1 Kota. 

Tantangan bahasa dan materi memang menjadi ciri khas Kompetisi Sains Madrasah dalam tiga bidang yaitu Matematika, IPA dan IPS Terintegrasi. Semua materi dasar terintegrasi dengan Alquran. Bahasa yang digunakan dalam soal pun berbeda, yaitu Indonesia, Inggris, dan Arab, meski dua bahasa terakhir prosentasenya kecil. 

Harapan seluruh pembimbing serta Kepala Madrasah, siswa mampu meraih hasil terbaik dalam kompetisi tahap provinsi ini sehingga bisa melaju ke nasional mewakili Kalimantan Tengah.

 

✍🏻 :  Isna Indriati

👤 :  EAR



Berita Populer




Berita Terkait




Telah Dibaca 58 kali,
Bagikan Halaman Ini