Kantor Kementerian Agama
Kota Palangkaraya



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Rabu tanggal 29-05-2019 15:04:01 WIB

Ini Lima Kompetensi yang Harus Dimiliki Guru di Era Revolusi Industri 4.0



Palangka Raya (Inmas) Sebagai abdi negara, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus memiliki integritas yang tinggi dan mampu menjalankan tugas sesuai peraturan-perundangan yang berlaku. CPNS Kemenag juga harus bisa membawa diri dimana saja berada, menjadi teladan di tengah masyarakat, apalagi sebagai pendidik harus berperan aktif memajukan dan mengembangkan madrasah di masa-masa mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya, H. Baihaqi saat memberikan pembekalan kepada 39 CPNS guru lingkungan Kemenag Kota Palangka Raya, Senin (27/5/2019).

Acara pembekalan itu dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama ASN lingkungan Kemenag Kota Palangka Raya di halaman kantor setempat.

Dalam arahan, H. Baihaqi juga mengungkapkan bahwa dunia telah memasuki era revolusi industri generasi ke empat atau revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi serta perkembangan sistem digital, artifisial, dan virtual. Dengan semakin konvergennya batas antara manusia, mesin dan sumber daya lainnya, teknologi informasi dan komunikasi tentu berimbas pula pada berbagai sektor kehidupan. Salah satunya yakni berdampak terhadap sistem pendidikan di Indonesia.

“Keberhasilan Indonesia untuk menghadapi revolusi industri 4.0, turut ditentukan oleh kualitas dari pendidik seperti guru. Para guru dituntut menguasai keahlian, kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global,” ujar H. Baihaqi.

Dikatakan, era revolusi industri 4.0 juga mengubah cara pandang tentang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekadar cara mengajar, tetapi jauh yang lebih esensial, yakni perubahan cara pandang terhadap konsep pendidikan setidaknya harus mampu menyiapkan anak didiknya menghadapi tiga hal. 

Pertama, menyiapkan anak untuk bisa bekerja yang pekerjaannya saat ini belum ada, kedua, menyiapkan anak untuk bisa menyelesaikan masalah yang masalahnya saat ini belum muncul, dan ketiga, menyiapkan anak untuk bisa menggunakan teknologi yang sekarang teknologinya belum ditemukan.

"Sungguh pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi dunia pendidikan. Untuk bisa menghadapi semua tantangan tersebut, syarat penting yang harus dipenuhi adalah bagaimana menyiapkan kualifikasi dan kompetensi guru yang berkualitas. Pasalnya, di era revolusi industri 4.0 profesi guru makin kompetitif,” ucapnya.

Lebih lanjut, H. Baihaqi menyebutkan setidaknya terdapat lima kualifikasi dan kompetensi guru yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan era revolusi industri 4.0.

Pertama, educational competence, kompetensi mendidik/ pembelajaran berbasis internet of thing sebagai basic skill di era ini.

Kedua, competence for technological commercialization, punya kompetensi membawa siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) dengan teknologi atas hasil karya inovasi siswa.

Ketiga, competence in globalization, dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan problem nasional.

Keempat, competence in future strategies, dunia mudah berubah dan berjalan cepat, sehingga punya kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, joint-research, joint-resources, staff mobility dan rotasi, paham arah SDG’s, dan lain sebagainya. 

Kelima, conselor competence, mengingat ke depan masalah anak bukan pada kesulitan memahami materi ajar, tapi lebih terkait masalah psikologis, stres akibat tekanan keadaan yang makin komplek dan berat.

Ditambahkan, pengembangan system cyber dalam dunia pendidikan akan memungkinkan guru dapat memberikan materi ajar yang mutakhir sesuai perkem­bangan zaman, karena langsung dapat menayangkan materi itu dalam ruang kelas secara online. 

“Dengan kata lain, pemba­ngunan atau penyediaan fasilitas jaringan cyber sebagai bagian integrasi dengan jaringan teknologi informatika di lembaga pendidikan akan mencip­takan berbagai kemudahan, baik dalam adminsitrasi akademik, non akademik, dan proses belajar me­ngajar, yang bermuara kepada pe­ningkatan kua­litas,” pungkasnya. (delly/fauzi)



Berita Populer




Berita Terkait




Telah Dibaca 4166 kali,
Bagikan Halaman Ini