Kantor Kementerian Agama
Kota Palangkaraya


Diunggah hari Rabu tanggal 19-06-2019 14:50:39 WIB

Tanya Jawab : Mandi wajib



Pertanyaan : 

Ass...wr wb

Jika seseorang bangun tidur, lalu mendapati pd celananya basah, apakah dia wajib mandi?

Bagaimanakah cara mandi jinabat itu?

+62 812-5140-xxx

 

Pondok Syariah :

Wa’alaikumussalam wr. wb.

Penanya yang terhormat, Kami akan menjawab pertanyaan Anda :

Jika seseorang bangun lalu mendapati pada celananya basah, maka tidak lepas dari tiga hal :

Pertama, dia yakin bahwa itu mani, maka dia wajib mandi baik dia ingat bermimpi atau tidak.

Kedua, dia yakin bahwa itu bukan mani, maka dia tidak wajib mandi, tetap harus mencuci bagian yang terkena basah itu; karena hal itu dihukumi dengan air kencing.

Ketiga, dia benar-benar tidak tahu apakah itu mani atau bukan; maka hal ini dirinci :

1. Jika dia ingat bahwa dia bermimpi, maka dia harus menganggap itu mani dan mandi, karena hadits Ummu Salmah ra., ketika bertanya kepada Nabi Saw. tentang wanita yang bermimpi seperti yang dialami laki-laki, apakah dia wajib mandi ? Beliau menjawab, “Ya, jika dia melihat keluar air.” (diriwayatkan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang bermimpi dan mendapatkan adanya air mani wajib mandi.

2. Jika dia tidak bermimpi apa-apa, walaupun sebelumnya terbersit dalam pikirannya tentang masalah jima’, maka hal itu dianggap madzi. Adapun jika tidak terbersit dalam pikiran tentang jima’ sebelum tidurnya, maka hukumnya juga dipersilahkan :

- Ada yang mengatakan bahwa dia wajib mandi untuk berjaga-jaga (ihtiyath).

- Ada yang mengatakan tidak wajib mandi dan inilah pendapat yang benar, karena hukum asalnya bebas dari tanggungan.

Adapun cara mandi jinabat dibagi menjadi dua :

Pertama, mandi wajib biasa, yaitu meratakan air ke seluruh tubuhnya, termasuk berkumur dan membersihkan hidung. Jika seseorang menyiramkan air secara merata ke seluruh tubuhnya maka hilanglah hadats besarnya dan sempurnalah kesuciannya, karena Allah swt. berfirman : “Jika kamu junub maka mandilah.” (Al – Maidah : 6).

Kedua, mandi wajib yang sempurna, yaitu mandi seperti mandinya Rasulullah saw. jika hendak mandi jinabat maka beliau membasuh dulu kedua telapak tangannya, kemudian membersihkan kemaluannya dan bagian-bagian yang terkena mani, kemudian berwudhu dengan wudhu sempurna, kemudian menyiram kepalanya tiga kali, kemudian menyiram bagian dari badannya. Itulah cara mandi yang sempurna.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan, wallahu A’lam.



Telah Dibaca 7111 kali,
Bagikan Halaman Ini