Kantor Kementerian Agama
Kota Palangkaraya


Diunggah hari Rabu tanggal 19-06-2019 08:04:31 WIB

Tanya Jawab : Mengqadha shalat



Pertanyaan : 

Assalamu’alaikum wr. wb. 

Yth. Pengasuh Pondok Syariah …

Saya ingin bertanya tentang sholat, jika seorang wanita haid setelah masuk waktu, bagaimana hukumnya ? apakah dia harus mengqadha shalat yang ditinggalkannya sebelum haid ?

Terima kasih.

+62 852-5275-xxxx

Pondok Syariah :

Wa’alaikumussalam wr. wb.

Penanya yang terhormat, Kami akan menjawab pertanyaan Anda :

Jika haid terjadi setelah masuk waktu shalat, seperti haid setelah matahari condong ke barat, maka setelah bersih dari haid dia harus mengqadha’ shalat yang ditinggalkannya setelah masuk waktu shalat itu, karena waktu itu dia masih suci. Allah swt. berfirman :

“ Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisaa : 93).

Dia tidak boleh mengerjakan shalat itu pada saat haid, karena Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadits yang panjang : “Bukankah jika haid dia tidak shalat dan tidak puasa ?. “  Para  ulama sepakat bahwa wanita tidak perlu mengqadha’ shalat yang ditinggalkannya pada waktu haid.

Sedangkan jika wanita itu telah suci sementara masih tersisa waktu shalat sekitar satu raka’at atau lebih, maka dia harus mengerjakan shalat pada waktu yang telah tersisa itu, karena Nabi saw. bersabda :

“ Barangsiapa yang sempat sembahyang satu rakaat dari shalat Ashar sebelum matahari tenggelam maka dia telah mendapatkan pahala shalat Ashar tersebut. “ (Diriwayatkan Al Bukhari).

Jika seorang wanita haid telah suci pada waktu Ashar atau sebelum matahari terbit, dan masih ada sisa waktu sebelum terbit atau tenggelamnya matahari sekitar satu rakaat shalat, maka dia harus shalat Ashar jika itu berkaitan dengan shalat Ashar dan shalat Shubuh jika itu berkaitan dengan shalat Subuh.

Demikian jawaban yang dapat kami berikan, wallahu A’lam.



Telah Dibaca 1280 kali,
Bagikan Halaman Ini