Pendidikan Anak dalam Keluarga Berbasis Budaya

598..jpg.
Foto untuk : Pendidikan Anak dalam Keluarga Berbasis Budaya

Jamak diketahui bahwa keluarga mempunyai peran signifikan dalam pendidikan seorang anak. Hal tersebut didasari oleh suatu argumentasi bahwa anak memiliki kedekatan secara personal dan emosional dengan orangtuanya serta anggota keluarganya yang lain.

Atas hal tersebutlah keluarga dipandang memiliki peran dan tanggung jawab yang begitu besar dalam proses tumbuh kembang serta pendidikan anak. Tidak mengherankan jika keluarga disebut sebagai lingkungan dan lembaga pendidikan Utama bagi seorang anak selama masa pertumbuhan dan perkembangnnya.

Di dalam keluarga. Anak, pertama kali mengenal dunianya yakni dunia bermain. Melalui lingkungan dan sentuhan pendidikan dari keluarga pula anak aktif untuk belajar dan bersosialisasi mengenal dunia luar yang berada di sekitarnya. Itulah mengapa kemudian keluarga dianggap sebagai tempat terbaik dan ideal dalam pendidikan anak.

Namun dalam kenyataannya tidak semua keluarga mampu menjalankan peran dan fungsi pendidikan serta fungsi-fungsi lainnya secara optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi sehingga hal tersebut, sehingga keluarga tidak atau kurang menaruh perhatian betapa pentingnya pendidikan anak yang berlangsung di dalam lingkungan keluarga.

Optimalisasi Peran Keluarga

Dewasa ini kehidupan keluarga dihadapkan pada pelbagai tantangan yang semakin kompleks. Era global yang ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, intensifnya kontak budaya, dan masifnya penggunaan perangkat dan produk teknologi telah mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan masyarakat global.

Keluargapun demikian juga. Pengaruh globalisasi berdampak besar pada kondisi keluarga. Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era milenial seperti saat ini dihadapkan pada gelombang besar arus perubahan dunia. Jika anak tak memiliki identitas diri yang matang maka mereka akan mengalami krisis identitas, sehingga mudah terombang-ambing atas berbagai penetrasi globalisasi.

Keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang punya peran krusial diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan kesempatan bagi anak untuk berkembang lebih optimal di era global masa kini. Keluarga didorong mampu mewujudkan lingkungan yang aman serta nyaman bagi keberadaan anak. Sehingga darinya akan lahir generasi berkualitas dan berkarakter unggul seperti integritas, religius, mandiri, gotong royong, dan cinta tanah air.

Oleh karena itu, fungsi keluarga mesti diperkuat, tidak hanya sebagai lingkungan dan tempat tinggal bagi anak, tapi juga fungsi-fungsi utama lainnya. Fungsi pendidikan, kasih sayang, sosialisasi, dan fungsi pendukungnya harus berjalan dengan baik. Orangtua dituntut mampu menjalani fungsinya sebagai pendidik dan pelindung anak, baik di lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan rumah.

Pemerintah perlu aktif dalam mendorong penguatan peran keluarga. Pemerintah dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan menyediakan fasilitas dan pendampingan dalam memperkuat peran dan fungsi keluarga sehingga lebih optimal dalam upaya pendidikan anak.

Bila prasyarat tersebut mampu dijalankan oleh pemerintah serta adanya kesadaran dari keluarga dalam menjalankan peran dan fungsi pendidikan serta fungsi lainnya bukan tak mungkin pendidikan anak dapat berjalan dengan baik.

Berbasis Budaya

Pendidikan anak dengan menekankan pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal bangsa semakin menemukan momentumnya di era global. Krisis identitas yang acapkali terjadi pada masa kini dapat diatasi dengan kembali pada nilai-nilai luhur bangsa kita yang telah sejak lama mewarisi kekayaan lokal dalam pendidikan anak serta penguatan karakter.

Pendidikan keluarga berbasis budaya adalah proses pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan keluarga dengan menekankan pada penerapan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal baik dalam sikap, tutur kata, dan tindakan.

Dalam konteks ini pendidikan keluarga berbasis budaya tidak bersifat doktriner dan menjadi dominasi orangtua serta bersifat satu arah, tetapi bersifat dialogis dan komunikatif antara orangtua dan anggota keluarganya. Orangtua lebih diposisikan sebagai pendamping dan sahabat bagi anak, guna menemukan sendiri jati diri dan mengembangkan potensinya secara optimal.

Pendidikan anak berbasis pada budaya tentunya selaras dan sejalan dengan identitas bangsa kita yang majemuk. Kemapanan pendidikan anak berbasis budaya telah teruji dari generasi ke generasi. Keluarga perlu menekankan pentingnya pendidikan anak berbasis budaya.

Pendidikan anak berbasis budaya tidak semata-mata berkaitan dengan pewarisan produk budaya di masa lalu, tetapi bagaimana nilai-nilai luhur dan kearifan lokal di masa lalu mampu diwujudkan sesuai dengan konteks perkembangan zaman sehingga nilai-nilai budaya akan lebih aktual dan selalu relevan sepanjang zaman

Nuryadin

Pengajar IAIN Palangka Raya