Puasa Ajarkan Adil Pada Tubuh

597..jpg.
Foto untuk : Puasa Ajarkan Adil Pada Tubuh

Oleh: Muslim, S.Ag.* 

Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk seimbang. Arti seimbang adalah tidak berat ke kiri atau ke kanan, tetapi berada di tengah-tengah. Itulah sebabnya Alqur’an menyebut umat Islam sebagai ummatan wasatan, umat yang di tengah.

Kata wasath seakar dengan kata wasit dalam bahasa Indonesia, yang tentu harus adil. Jadi, seimbang itu adil, meletakkan sesuatu sesuai tempat dan porsinya. Karena itulah, Alqur’an menyuruh orang makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.

Berlebihan itu tidak adil pada tubuh, sehingga akan melahirkan ketidakseimbangan dan akhirnya menimbulkan penyakit. Ini hal yang sangat sesuai sekali dengan saran para ahli gizi modern. Orang makan minum harus sesuai kebutuhan tubuhnya, tidak kurang tidak lebih.

Selain itu khusus soal makanan dan minuman, keseimbangan itu juga diberi dua catatan, yaitu halalan thayyiban, yang halal dan baik. Halal berarti selain yang diharamkan Allah. Baik berarti sehat, bergiizi, tidak berbahaya bagi tubuh. Jika keduanya terpenuhi, maka keseimbangan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan terjamin.

Puasa melatih manusia untuk seimbang, karena puasa mengajarkan orang untuk bisa mengendalikan hawa nafsu, maka dia akan bisa menahan diri untuk tidak berlebihan. Sabda Nabi Muhammad SAW. yang artinya “Makanlah ketika lapar, dan berhentilah ketika belum benar-benar kenyang. Tetapi jika waktu berbuka orang belas dendam dengan makan minum berlebihan, maka latihan puasanya sia-sia.

Akhirnya keseimbangan adalah hukum kosmis, berlaku kepada semua. Perusakan alam seperti penggundulan hutan, penggalian tambang dan lainnya, akan berbahaya. Karena merusak keseimbangan. Begitu pula hidup manusia harus seimbang. Makan, minum, istirahat, kerja, semua harus seimbang. Kalau tidak seimbang tubuh manusia akan ditimpa sakit.

*Penulis adalah Pengawas Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas