Jumat, 23 September 2016, 06:46

Supervisi Akademik dan Profesional Guru

Oleh : H. Armadi S.Pd., M.Pd

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan menjelaskan bahwa pengelolaan satuan pendidkan meliputi perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah/madrasah, dan system informasi manajemen. Hal ini berarti menunjukkan adanya keterlibatan banyak pihak didalam pendidikan seperti dinas pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat itu sendiri, dan juga lingkup yang lebih sepsifik yaitu, guru, kepala sekolah/madrasah, murid serta pengawas sekolah yang secara langsung berada dalam lingkungan sekolah/madrasah.

Di dalam pengelolaan perencaan dan pelaksanaan program harus bersifat menyeluruh pada semua aspek dalam sekolah/madrasah yang meliputi pengelolaan kurikulum, supervisi akademik, keuangan, sarana prasarana (sarpras), penerimaan peserta didik baru (PPBD), dan rencana kerja jangka menengah (RKJM).

Untuk pelaksanaan pada kegiatan ini tentunya harus didukung oleh semua warga sekolah/madrasah yang tentunya mempunyai prinsip dan pandangan yang sama yaitu mewujudkan hasil pendidikan yang berkualitas baik, hal tersebut sejalan dengan cita-cita mencerdaskan kehidupan berbangsa dan visi Kemendikbud 2025 untuk menghasilkan insan Indonesia cerdas dan kompetitif.

Harapan untuk insan Indonesia cerdas dan kompetitif tidak terlepas dari adanya proses pembelajaran yang berkualitas yaitu yang menyangkut akademik, dimana proses pembelajaran yang efektif merupakan hasil guna yang diperoleh setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Pembelajaran aktif, efektif dan berkualitas jika telah memenuhi persyaratan utama yaitu presentasi waktu belajar peserta didik yang tinggi dicurahkan terhadap proses pembelajaran, rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi di antara peserta didik, ketepatan antara kandungan materi pembelajaran dengan tingkat kemampuan peserta didik (orientasi keberhasilan belajar) diutamakan, dan mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif, mengembangkan struktur kelas yang mendukung tugas peserta didik, tanpa mengabaikan hubungan antara guru dan peserta didik.

Selain itu pembelajaran dikatakan aktif, efektif dan berkualitas jika terjalin hubungan simpatik antara guru dan peserta didik, terciptanya lingkungan belajar yang mengasuh, penuh perhatian, memiliki suatu rasa cinta belajar, menguasai sepenuhnya bidang ajar dan memotivasi peserta didik untuk bekerja dengan tidak sekedar mencapai prestasi namun juga menjadi anggota masyarakat belajar yang pengasih. Sebagai pelaku utama dalam ketercapaian ini semua adalah peran seorang guru, dimana seorang guru atau pengajar yang terlibat langsung atau adanya tatap muka guru dengan peserta didik didalam ruangan belajar (kelas). Seorang guru dituntut terampil dan inovatif dalam pelaksanaan tugas kesehariannya untuk menghasilkan pembelajarn yang berkualitas, antara lain dengan dilaksanakannya supervisi akademik baik oleh pengawas sekolah/madrasah, kepala sekolah ataupun oleh guru senior.

Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Sebagian sekolah/madrasah masih belum maksimal dalam pelaksanaan supervisi akademik, yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya pengetahuan tentang pelaksanaan supervisi akademik, adanya anggapan sebagian guru bahwa supervisi akademik (supervisi kelas) merupakan penilaian terhadap proses pembelajaran guru yang dapat menjatuhkan wibawa ataupun kemampuan guru didalam kelas ,sehingga menimbulkan rasa ketakutan pada seorang guru yang akan disupervisi, kurang siapnya seorang guru untuk dilakukan supervisi kelas disebabkan adanya perangkat pembelajaran yang belum memadai sehingga menghindar saat dilakukan supervisi kelas, kurang mampu menguasai materi ajar dan mungkin juga kurang menguasai kelas saat mengajar.

Beberapa faktor tersebut diatas seharusnya tidak akan terjadi jika pihak-pihak yang terlibat secara langsung yaitu guru, kepala sekolah dan pengawas mengetahui dan menyadari pentingnya pelaksanaan kegiatan supervisi akademik akan tugas dan tanggung jawabnnya untuk menjadi seorang yang professional dalam bidangnya.

Menurut Sergiovanni (Departemen Pendidikan Nasional, 2007:10) tujuan supervisi akademik yaitu membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya dalam memhami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan mengajarnya dan mengembangkan kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu, memonitor kegiatan proses belajar mengajar di sekolah, yaitu melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru sejawatnya, maupum dengan sebagian peserta didik dan mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh (commoitment) terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Kualitas hasil pendidikan sangat ditentukan oleh suatu pembelajaran yang berkualitas yaitu adanya proses pembelajaran yang memerlukan guru profesional.

Penulis adalah Pengawas Madya pada Kantor Kemenag kabupaten Kapuas

Berita Lainnya
Jumat, 25 November 2016, 09:23

Bagaimana Mengajar Efektif dengan Metode Ice Breaker ?