Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Kotawaringin Timur



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Sabtu tanggal 27-11-2021 20:34:08 WIB

Isu Intoleransi dan Rasisme Jadi Penelitian Guru MAN Kotim



Sampit (humas) - Kewajiban pendidik adalah mencerdaskan anak-anak bangsa. Berbagai upaya harus dilakukan untuk dapat mencapai hasil akhir dari sebuah pembelajaran. Namun menjadi seorang guru tidak cukup hanya dengan mengajar, tapi juga dibutuhkan peningkatan wawasan individual dan terus mengasah kepekaan, misalnya dengan mengikuti webinar, pelatihan, atau menuangkan gagasan ke dalam sebuah karya seperti  jurnal ilmiah. Hal itulah yang mendasari Eko Suwandi, guru Madrasah Aliyah Negeri  Kotawaringin Timur (MAN Kotim) menulis sebuah jurnal pendidikan yang berjudul  “Persepsi Siswa-Siswi MAN Kotawaringin Timur tentang Intoleran dan Rasisme”. 

Tulisan Eko Suwandi ini terangkum di dalam Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Guru Nasional “Edu Media”, volume 01 Nomor 2 Oktober 2021 terbitan Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang. Jurnal ini memuat 12 naskah  dari 12 penulis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. “Sejak lama upaya untuk menumbuhkan kesadaran bertoleransi dalam kehidupan sudah giat ditanamkan. Upaya ini dilakukan bahkan sejak prasekolah di Taman Kanak-Kanak hingga kalangan yang tidak lagi berada di bangku pendidikan, seperti di lingkungan masyarakat dan sebagai pekerja di tempat kerjanya masing-masing. Upaya ini ternyata menemui  kendala seperti pengaruh lingkungan sosial, budaya, pergaulan. Selain itu juga gencarnya berbagai tontonan yang amat sangat mudah akses siapa saja dan kapan saja. Bahkan terkadang kendala itu diakibatkan oleh adanya keyakinan dari agama yang dipahami secara kaku” ujar Eko, panggilan akrab guru Fikih ini.

“Sikap intoleransi dan rasisme bisa saja hadir di lingkungan pendidikan seperti  MAN Kotim. Oleh karena itu perlu perhatian dan kepekaan semua pihak  termasuk tenaga-tenaga kependidikan di madrasah” ujar Eko. Dari hasil survey yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa masih ada potensi  berkembangnya sikap intoleran dan rasisme dalam keseharian siswa siswi . Hal ini tentunya menjadi catatan penting bagi semua kalangan untuk lebih bisa memberikan pendidikan dan pemahaman tentang kesetaraan antarmanusia. (ma)

 



Berita Populer








Berita Terkait




Telah Dibaca 29 kali,
Bagikan Halaman Ini