Kanwil Kementerian Agama
Provinsi Kalimantan Tengah



  LIHAT VERSI CETAK

Diunggah hari Rabu tanggal 05-08-2020 09:11:04 WIB

Cara Kekinian Penyuluh Agama Berdakwah Lewat Medsos



Puruk Cahu (Humas)  Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat saat ini, berpengaruh sangat signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat secara luas.  Salah satunya adalah media sosial, dimana orang bisa saling berinteraksi dan saling berbagi informasi meski terpisah jarak dan waktu. Pun di dunia dakwah, bisa dilakukan melalui media sosial atau yang dikenal dengan dakwah online.

Fenomena tersebut mendorong Kantor Kementerian Agama Kabupaten Murung Raya melalui Seksi Bimas Islam untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan kepada penyuluh agama Islam non PNS se Kabupaten Murung Raya (Mura) mengenai metode dakwah via media sosial (medsos) melalui kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Konten Dakwah Via Medsos yang digelar selama dua hari (4 - 5/8) di Aula Kantor Kemenag Mura.

Dalam pembukaan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Murung Raya H Ahmadi meminta kepada penyuluh agar memanfaatkan jejaring media atau media sosial dalam berdakwah.

"Penyuluh dituntut untuk kreatif dalam membuat konten dakwah di medsos seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya," kata Ahmadi.

Untuk itu, penyuluh diminta selalu mengupdate informasi terkini sebagai bahan rujukan dalam membuat konten dakwah via medsos.

Ia mencontohkan di masa pandemi Covid 19 ini, penyuluh bisa mendiseminasi himbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 dalam bahasa agama.

Sementara Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kalteng H Hairul Anwar saat menjadi narasumber mengungkapkan penyuluh perlu menyusun rencana kerja operasional penyuluhan dengan mengidentifikasi potensi wilayah dan kelompok sasaran.

Dalam paparan materinya, ia juga mendorong penyuluh memanfaatkan medsos sebagai dakwah jarak jauh ditengah anjuran pemerintah untuk melakukan jaga jarak (physical distancing) dan menghindari kerumunan dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona.

Selain program-program pemerintah, sejumlah topik juga disarankan Hairul untuk dimasukkan dalam materi dakwah, diantaranya pemberantasan buta aksara Alquran, perkawinan dan keluarga sakinah, zakat dan wakaf, kerukunan umat beragama, pemberantasan narkoba dan pergaulan bebas, radikalisme dan aliran sempalan, serta
produk halal. (Isp/Jumiati)





Berita Populer




Berita Terkait




Telah Dibaca 91 kali,
Bagikan Halaman Ini