Busana 'Nyai Ratu Balau' Antarkan Wahyu Wulansari ke Babak Final

Foto untuk : Busana 'Nyai Ratu Balau' Antarkan Wahyu Wulansari ke Babak Final

Banda Aceh (Inmas) Senyum gembira nampak mengembang di wajah Wahyu Wulansari, siswi SMK Karya Palangka Raya yang mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang Pekan Ketrampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI) nasional VIII di Banda Aceh. Namanya disebut sebagai satu dari 10 peserta yang dinyatakan lolos ke babak final dalam lomba kreasi busana Pentas PAI, Rabu (11/10) malam.

Ketika itu, Wahyu Wulansari mengenakan busana yang diberi nama 'Nyai Ratu Balau.' Dengan langkah penuh percaya diri, gadis yang akrab disapa Wulan ini berlenggak-lenggok di atas panggung utama Pentas PAI disaksikan ratusan pasang mata penonton.

Jepretan kamera penonton juga terdengar mengiringi langkahnya, mengabadikan setiap detil busana yang menonjolkan ciri khas Dayak tersebut. Bersama sembilan finalis lainnya, Wulan harus menjawab satu pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri.

"Apa yang kamu harapkan dari pemerintah daerah agar perancang muda seperti kamu bisa berkembang dan bisa go international," tanya salah satu juri.

Pertanyaan itu dijawab dengan penuh perasaan oleh Wulan. Bahkan, air matanya menetes di pipi ketika dia bercerita tentang belum adanya perhatian pemerintah daerah atas bakat yang dimilikinya.

Busana 'Nyai Ratu Balau' yang dikenakan Wulan penuh dengan pernik Dayak. Misalnya terdapat bulu burung Tingang, kerajinan getah nyatu, dan anyaman rotan dengan motif pohon Batang Garing.

Uniknya, busana itu juga menggunakan sabut rotan, sebuah benda yang selama ini familiar bagi masyarakat Kalimantan Tengah untuk mencuci piring.

"Saya memang menggunakan beberapa pernik tambahan untuk memperkuat kesan tradisional Dayak. Termasuk sabut rotan yang biasa untuk cuci piring," ujar Wulan usai lomba. (Gondo)