Ingin Dapatkan Buku Nikah, Puluhan Pasutri Harus Jalani Ini

Foto untuk : Ingin Dapatkan Buku Nikah, Puluhan Pasutri Harus Jalani Ini

Pulang Pisau (Inmas) Sebanyak 40 pasangan suami istri (pasutri) yang ingin mendapatkan buku nikah melalui sidang itsbat nikah massal harus menjalani proses verifikasi. Verifikasi digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (12/10).

Para pasutri itu merupakan pasangan yang telah mendaftarkan  diri dalam program sidang itsbat nikah hasil kerjasama Pengadilan Agama (PA) Kapuas dan Pemkab Pulang Pisau. Sebelum menjalani sidang yang rencananya bakal dilangsungkan pada 30 Oktober mendatang, PA Kapuas ingin memastikan bahwa dokumen yang dikumpulkan 40 pasutri tersebut adalah benar, dan pernikahan mereka dulunya telah memenuhi rukun dan syarat nikah.

"PA Kapuas melalui timnya mewawancarai satu per satu pasangan suami istri yang ingin mendapatkan buku nikah melalui sidang itsbat nikah massal," jelas Kepala KUA Kahayan Hilir, Khairani.

Ayah dari dua anak ini menjelaskan, Pemkab Pulang Pisau telah mengalokasikan dana untuk pelaksanaan sidang itsbat nikah massal. Dari 146 pasutri yang berhasil didata oleh KUA Kahayan Hilir, sebanyak 40 pasutri di antaranya akan diikutkan dalam sidang itsbat nikah massal tahun ini.

Sisanya, kata Khairani, diharapkan bisa diakomodir oleh pemerintah daerah di tahun berikutnya. Apalagi jumlah pasutri yang belum memiliki buku nikah diyakini jauh lebih banyak dibandingkan data yang telah terkumpul karena masih ada beberapa wilayah yang belum terdata.

"Kami tentu berharap Pemkab Pulang Pisau bisa memfasilitasi pelaksanaan sidang itsbat nikah massal seperti ini secara berkelanjutan. Pendataan awal kami menunjukkan bahwa terdapat 146 pasutri yang belum memiliki buku nikah, dan itu diyakini akan bertambah karena ada beberapa wilayah yang belum kami masuki," beber Khairani.

Sebanyak 40 pasutri yang masuk dalam program sidang itsbat nikah massal berasal dari Kelurahan Pulang Pisau 8 pasang, 4 pasang dari Kelurahan Kalawa, 1 pasang dari Kelurahan Bereng, masing-masing 2 pasang dari Desa Mantaren I dan Mantaren II, masing-masing 3 pasang dari Desa Gohong dan Hanjak Maju, serta masing-masing 6 pasang dari Desa Mintin dan Buntoi.

Berkas administrasi yang harus dikumpulkan oleh tiap pasutri adalah kartu tanda penduduk dan surat keterangan suami istri atau telah menikah dari kepala desa atau lurah. Berkas itu pulalah yang turut diverifikasi oleh empat orang dari PA Kapuas. (Khairani)