Kepala Balitbang Diklat Ingatkan Lima Nilai Budaya Kerja

Foto untuk : Kepala Balitbang Diklat Ingatkan Lima Nilai Budaya Kerja

Palangka Raya (Inmas) Dalam paparannya pada Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) Manajemen Keuangan yang digelar Balai Diklat Kegamaan Banjarmasin, Kamis (12/10), Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI Prof. Dr. H. Abdurrahman Mas'ud, Ma mengingatkan kembali 5 Nilai budaya kerja.

"Saya ingatkan kembali tentang lima nilai budaya yang sudah menjadi kesepakatan kita bersama dan merupakan pengejawantahan dari revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi," ucap H. Abdurrahman.

Lebih lanjut dijelaskan, nilai yang pertama adalah integritas. Menurutnya integritas bisa disamakan dengan amanah. Orang yang tidak amanah berarti sudah tidak punya kejujuran, dan dalam islam orang yang tidak memiliki sifat amanah dinyatakan sebagai orang yang tidak beriman.

"Kejujuran merupakan sesuatu yg indah diucapkan namun sulit dilaksanakan. Tatkala kejujuran hilang pada diri seseorang maka hilanglah kepribadian orang itu dan hilanglah jati dirinya," kata mantan Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam ini.

Selanjutnya Kabalitbang menjelaskan mengenai profesionalitas.  Menurutnya ASN yang profesional adalah yang bekerja dengan hasil tidak mengecewakan, memahami regulasi, menempatkan sesuatu pada tempatnya, ideal, mampu melakukan perencanaan dengan matang. "Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan," ujarnya.

Saat membahas tentang inovasi, Kabalitbang menyebutkan salah satu penyakit yang kerap mendera aparatur negara dalam birokrasi ialah hanyut dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari sehingga susah untuk melakukan inovasi, susah untuk mengikuti pembelajaran baru, semuanya serba copy paste. Itulah pentingnya diklat, ungkapnya. Dengan Diklat para ASN akan didorong untuk melahirkan inovasi baru. Peserta Diklat diharapkan kembali ke tempat kerja dengan pemikiran dan semangat baru.

Berbicara tentang tanggung jawab, kita semua mengemban tanggungjawab negara dan agama, oleh karenanya tidak boleh menyalahgunakan wewenang, karena semua bakal kita pertanggungjawabkan. Di dunia kita akan diperiksa Inspektorat dan BPK, sedangkan di akhirat kita juga akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat nanti.  

Terakhir keteladanan, ia menjelaskan inti dari 5 nilai budaya kerja adalah keteladan. "Keteladanan merupakan yang paling sulit dilaksanakan," ucapnya. Menurutnya saat ini sudah banyak kita lihat ceramah hasanah namun masih sedikit  kita melihat teladan hasanah (uswatun hasanah). (Isp)