Difitnah, Guru MAN Puruk Cahu Ditangkap Polisi

Foto untuk : Difitnah, Guru MAN Puruk Cahu Ditangkap Polisi

Puruk Cahu (Inmas) Murni, guru senior di MAN Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya digiring dua aparat kepolisian ke kantor Polsek setempat. Ia dilaporkan melakukan penganiayaan oleh salah satu orang tua siswa. Penangkapan Murni dilakukan saat proses belajar mengajar di kelas. "Maaf ibu Murni, anda kami tangkap. Untuk penjelasan silahkan sampaikan kepada penyidik di kantor," ucap salah seorang aparat kepolisian.

Penangkapan Murni membuat kaget warga MAN Puruk Cahu, para siswa yang sedang belajar berhamburan mengejar guru kesayangannya hingga ke kantor polisi. Beberapa diantaranya membawa spanduk meminta agar ibu guru itu dilepaskan.
"Saya tau ibu Murni difitnah, saya minta ibu guru kami dilepaskan," ucap salah seorang siswi dalam orasi seraya terisak menangis.

Cerita di atas merupakan salah satu potongan drama yang disuguhkan siswa-siswi MAN Puruk Cahu pada perayaan hari lahir (Harlah) MAN Puruk Cahu ke 7 di halaman madrasah, Sabtu ( 5/11) pagi.

Drama itu melibatkan puluhan siswa dari Sanggar Al-Hijrah binaan Siti Ramlah. Drama diambil dari kisah nyata yang terjadi disalah satu daerah di negeri ini. Penampilan drama itu disaksikan langsung oleh Kakanwil Kemenag Kalteng, H Abdul Halim H Ahmad dan istri Hj Khatmah serta sejumlah pejabat Kementerian Agama Kabupaten Murung Raya. Juga turut menyaksikan mantan Wakil Bupati Murung Raya, H Abdul Muthalib dan Wakil Ketua DPRD Mura, Rejikinnor.

Drama diawali dengan cerita masuknya ibu Murni, guru bahasa Indonesia di MAN Puruk Cahu ke salah satu kelas dan memulai proses belajar mengajar. Di tengah proses belajar mengajar, masuk salah satu siswa, Andi. Tanpa permisi siswa itu menyelonong masuk dan duduk di kursi paling belakang.

Melihat itu, ibu guru Murni menegur. "Andi kenapa kamu sering terlambat ?". Dengan tutur bahasa yang agak kasar, Andi mengaku terlambat karena bangun kesiangan. Ibu guru Murni pun menasehatinya agar Andi tidak mengulanginya di kemudian hari.

Esok harinya, Andi kembali terlambat. Tidak hanya itu, ia juga tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mata pelajaran bahasa Indonesia. Rupanya kesabaran ibu Murni mulai hilang. Ia pun memarahi Andi dan menyuruhnya ke luar kelas untuk mengerjakan PR.

Karena malu dimarahi guru dan disuruh keluar kelas, Andi yang diceritakan sebagai anak semata wayang salah satu pejabat di Kabupaten Murung Raya meradang. Ia membentak guru Murni dan mengacam akan mengeluarkannya dari MAN Puruk Cahu.
Kemudian kepada kedua orangtuannya, Andi mengaku telah dipukul oleh ibu guru Murni. Tak terima anak kesayangannya dianiaya, ayah Andi mendatangi ibu guru Murni, kemudian memukul dan menodongkan pistol. Tak hanya itu, ayah Andi juga melaporkan ibu guru malang ini ke Mapolsek.

"Cerita dan akting para siswa sangat bagus, saya jadi sangat meresapinya. Bahkan saya hampir meneteskan airmata," ucap kakanwil. (rf)