TUNTUNAN PUASA

Foto untuk : TUNTUNAN PUASA

Pengertian

Puasa dalam bahasa Arab adalah shaum, artinya adalah menahan. Secara Syariat puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, seperti makan dan minum serta berhubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Puasa merupakan pondasi penting dalam pembinaan keimanan seorang muslim karena puasa termasuk rukun islam yang ke 3. Jadi kedudukan puasa dalam Islam sama pentingnya dengan ibadah sholat. Bahkan perintah puasa ada dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya "Wahai orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."

Manfaat Puasa Bagi Keimanan :

  1. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah,
  2. Mendatangkan ketentraman dalam hidup,
  3. Membentengi dari perbuatan maksiat,
  4. Pelindung dari api neraka,
  5. Sebagai penolong di akhirat,
  6. Memudahkan dikabulkannya do'a,
  7. Akan dimasukkan ke Surga melalui pintu khusus untuk ahli puasa "Ar-Rayyan",
  8. Amalan yang besar pahalanya,
  9. Sebagai sarana pembersih jiwa,
  10. Disetarakan Allah dengan derajat Malaikat,
  11. Melatih kesabaran,
  12. Menahan nafsu/godaan setan,
  13. Menambah rasa syukur,
  14. Mengasah empati kepada faqir miskin,
  15. Meringankan hati untuk bersedekah,
  16. Mendapat dua kegembiraan, yakni saat berbuka dan saat bertemu Allah kelak,
  17. Diampuni dosa-dosanya.

Manfaat Puasa Untuk Kesehatan :

  1. Sarana detoksifikasi yang baik,
  2. Membantu tubuh membuang sel-sel yang rusak,
  3. Memperbaiki keseimbangan hormon tubuh,
  4. Diet tanpa efek samping,
  5. Mengatasi darah tinggi,
  6. Mengurangi depresi,
  7. Menjaga kadar gula dalam darah,
  8. Mencegah tumor,
  9. Mengurangi bertambahnya penumpukkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh,
  10. Memberi kesempatan organ pencernaan untuk beristirahat,
  11. Menyehatkan jantung,
  12. Mencegah stroke,
  13. Terapi penyembuhan beberapa penyakit,
  14. Meningkatkan jumlah sel darah putih.

Manfaat Puasa Untuk Psikologis :

  1. Mengendalikan emosi,
  2. Menghargai diri sendiri,
  3. Membuat jiwa tenang,
  4. Melatih kedisiplinan,
  5. Menumbuhkan rasa kasih sayang dan empati terhadap sesama.

Macam-Macam Puasa :

1. Puasa Wajib

  1. Puasa Ramadhan,
    Puasa Ramadhan dilaksanakan pada bulan Ramadhan yaitu bulan ke-9 kalender Hijriyah. Puasa Ramadhan dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan hitungan hari antara 29 dan 30.
    Puasa Ramadhan diwajibkan kepada seluruh umat Islam yang sudah baligh, berakal, sehat dan tidak dalam perjalanan serta tidak sedang haid atau nifas bagi perempuan.
  2. Puasa Nazar
    Puasa nazar yaitu puasa wajib untuk diri sendiri karena berjanji kepada diri sendiri untuk melaksanakan puasa jika keinginannya terpenuhi.
  3. Puasa Kafarat
    Puasa kafarat adalah puasa wajib karena sebab tertentu yaitu melanggar larangan Allah, misalnya melakukan hubungan suami istri pada waktu siang hari saat puasa Ramadhan maka wajib melakukan puasa kafarat.

2. Puasa Sunah

  1. Puasa Senin Kamis
    Hari Senin dan Kamis adalah hari ketika malaikat mengangkat amal-amal manusia untuk dihadapkan pada Allah. Nabi Muhammad SAW selalu melaksanakan puasa sunah Senin Kamis dan menyerukan kepada para sahabatnya untuk melaksanakannya, sebagaimana sabda Rasulullah :
    "Dua hari ini (Senin dan Kamis) adalah hari ketika amal-amal dibeberkan dihadapan Tuhan Semesta Alam dan aku ingin ketika amalku dibeberkan, aku dalam keadaan puasa." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
  2. Puasa 6 hari bulan Syawal
    Setelah berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, umat Islam merayakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal. Setelah merayakan hari kemenangan itu, kaum muslim disunahkan menyempurnakan puasa Ramadhan dengan berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal.
    Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu dilanjutkan dengan enam hari pada bulan Syawal maka nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun" (HR. Muslim, Abu Daud dan At-Tirmidzi).
    Puasa sunah Syawal boleh dikerjakan berturut-turut selama 6 hari dan boleh juga berselang hari asal memenuhi 6 hari selama bulan Syawal.
  3. Puasa Pertengahan Bulan Qamariyah
    Berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Qomariyah/Hijriyah merupakan amalan yang juga dianjurkan Rasulullah sebagaiman hadist "Rasulullah berpesan kepadaku tiga hal, yaitu; berpuasa tiga hari setiap bulan, menegrjakan dua raka'at sholat Dhuha dan sholat Witir sebelum tidur". Hadist lain "Berpuasalah setiap bulannya tiga hari, karena sesungguhnya kebaikan pada hari itu dihitung dengan sepuluh kelipatannya yang nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun" (Muttafaq Alaih).
  4. Puasa Arafah
    Puasa ini dilakukan pada 9 Dzulhijjah ketika jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Arafah sehingga disebut juga puasa sunah Arafah yakni puasa sunah yang dikerjakan pada hari Arafah.
    Sabda Rasulullah SAW, "... berpuasalah pada hari Arafah, aku mohon kepada ALlah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa selama setahun sebelumnya dan sesudahnya...," (HR. Muslim).
  5. Puasa Asyura
    Puasa Asyura adalah puasa sunah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram, sebagaimana hadist diriwayatkan Ibnu Abbas "Bahwasanya Rasulullah SAW datang ke Madinah lalu beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura kemudian Rasulullah bertanya kepada mereka 'Hari apa yang kalian lakukan puasa ini' Mereka menjawab ini hari yang agung, pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya dan Allah menenggelamkan Fir'aun beserta kaumnya, kemudia Nabi Musa berpuasa pada hari ini'. Rasulullah kemudian bersabda 'Kamilah yang lebih berhak dan lebih utama daripada kalian terhadap Musa'. Maka Rasulullah berpuasa pada hari itu dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa pula" (HR. Muslim).
  6. Puasa Daud
    Puasa Daud adalah puasa yang dulu sering dikerjakan Nabi Daud AS, yaitu berpuasa sehari kemudian berbuka sehari. Hari berpuasa, besok berbuka, kemudian besoknya lagi berpuasa dan begitu seterusnya.
    Rasulullah SAW bersabda "Puasa yang paling dicintai Allah ialah puasanya Nabi Daud dan sholat yang paling dicintai Allah ialah sholatnya Nabi Daud. Ia tidur pada pertengahan malam, qiyamul lail pada sepertiganya dan tidur lagi pada seperenam malam. Ia berpuasa sehari lalu berbuka sehari" (HR. Muttafaq Alaih).
  7. Puasa Bulan Sya'ban
    Sebelum bulan Ramadhan, yaitu bulan Sya'ban, umat Islam dianjurkan melakukan puasa sunah pada bulan itu. Dari segi fisik, puasa Sya'ban merupakan latihan tubuh untuk melakukan puasa Ramadhan sebulan penuh.
    Aisyah RA berkata "Aku tidak melihat Nabi menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain pada bulan Ramadhan dan aku tidak melihat beliau berpuasa lebih banyak selain di bulan Sya'ban" (HR. Muttafaq Alaih).


3. Puasa Makruh
Makruh adalah perbuatan yang apabila dilakukan tidak apa-apa tapi kalau ditinggalkan berpahala. Makruh lebih utama untuk ditinggalkan karena makruh itu mendekati haram.

  1. Puasa Khusus Hari Sabtu
    Puasa yang diniatkan khusus pada hari Sabtu atau setiap hari Sabtu adalah makruh, tetapi jika hari-hari sebelumnya sudah berpuasa atau merupakan rangkaian puasa maka diperbolehkan. Rasulullah SAW pernah bersabda " Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu selain hari yang diwajibkan atas kalian" (HR. Muslim).
    Puasa pada hari Sabtu dimakruhkan karena hari Sabtu merupakan hari raya/agung umat Yahudi.
  2. Puasa Khusus Hari Jum'at
    Sebagaiman puasa khusus hari Sabtu, puasa yang diniatkan khusus dihari Jum'at juga makruh, kecuali merupakan rangkaian puasa seperti menjalani puasa Nabi Daud.
    Rasulullah SAW bersabda " Janganlah salah satu dari kalian berpuasa pada hari Jum'at selain jika berpuasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya" (HR. Muttafaq Alaih).
  3. Puasa Wishal
    Puasa Wishal adalah puasa selama dua atau tiga hari tanpa berbuka.
  4. Puasa Dua Hari Terakhir Bulan Sya'ban
    Puasa pada dua hari terakhir dimakruhkan karena dikhawatirkan telah memasuki bulan Ramadhan.
  5. Puasa Dahr
    Puasa Dahr adalah puasa yang dilakukan tanpa jeda yaitu puasa yang dilakukan secara terus-menerus setiap hari selama satu tahun.


4. Puasa Haram

  1. Puasa pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
    Hari raya idul fitri jatuh pada 1 Syawal sedangkan hari raya Idul Adha jatuh pada 10 Zulhijjah.
  2. Puasa pada Hari Tasyrik
    Hari-hari Tasyriq adalah tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah.
  3. Puasa sunah seorang istri tanpa seizin suami (ketika suami dirumah)
  4. Puasa ketika seorang wanita sedang haid dan nifas
  5. Puasa orang sakit yang dikuatirkan akan bertambah parah sakitnya atau akan meninggal dunia

Syarat Puasa

Syarat Wajib

  1. Berakal
  2. Baligh
  3. Kuat berpuasa (tidak sakit, musafir, orang tua renta, hamil atau menyusui, dll)

Syarat Sah

  1. Islam
  2. Suci dari haid dan nifas untuk wanita
  3. Mumayiz (dapat membedakan yang baik dan buruk)

Rukun Puasa

  1. NiatImsak
  2. Mengetahui waktu puasa

Sunah Puasa

  1. Menyegerakan berbuka
  2. Berbuka dengan kurma atau makanan/minuman yang manis
  3. Berdo'a dan memperbanyak do'a ketika berbuka
  4. Sahur
  5. Mengakhirkan Sahur
  6. Memperbanyak zikir


Hal-hal yang diperbolehkan

  1. Suntik
  2. Berkumur
  3. Merasakan makanan ketika memasak (hanya dirasakan diujung lidah)
  4. Menelan air liur
  5. Memakai obat tetes mata
  6. Mencium istri
  7. Makan dan minum karena lupa
  8. Muntah tidak sengaja


Hal-hal yang membatalkan puasa

  1. Makan minum setelah terbit fajar dan sebelum magrib dengan sengaja,
  2. Mengeluarkan darah haid dan nifas bagi wanita,
  3. Melakukan hubungan suami istri pada siang hari,
  4. Keluar dari Islam (murtad),
  5. Hilang akal (gila)

Puasa Ramadhan


Keistimwaan Bulan Ramadhan

  1. Bulan diturnkannya Al-Qur'an,
  2. Terdapat malam lailatul Qadar,
  3. Dilipatgandakan ganjaran amal saleh,
  4. Dibukanya pintu pengampunan,
  5. Dihapusnya dosa-dosa yang telah lalu,
  6. Bulan penuh rahmat


Amalan utama bulan Ramadhan

  1. Puasa,
  2. Sholat Tarawih,
  3. Itikaf,
  4. Sebab-sebab dibolehkan tidak berpuasa Ramadhan,
  5. Musafir (dalam perjalanan),
  6. Sakit,
  7. Tua renta dan penyakit menahun,
  8. Orang yang jika berpuasa bisa mengakibatkan kematian,
  9. Perempuan hamil dan menyusui.