Kamis, 25 April 2013, 11:51 –
BAZNAS Perkuat Diri Dengan SIMBA

PalangkaRaya(Humas) – UU Nomor 23 Tahun 2011 Tentang “Pengelolaan Zakat” menuntut Badan Amil Zakat mampu memberikan pengelolaan zakat yang efektif dan efisien. Tujuan itu diwujudkan dengan empat agenda nasional. Diantaranya adalah sosialisasi/edukasi, penguatan kelembagaan zakat, optimalisasi pendayagunaan zakat dan sinergitas. Sebagai lembaga negara non kementerian yang menangani masalah zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Baznas (SIMBA).

Merealisasikan program kerja 2012-2014 nya, BAZNAS Prov.Kalteng melakukan pelatihan SIMBA kepada operator BAZDA Kabupaten/Kota se-Kalteng. Yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalteng H.Ahmad Diran, Rabu (24/04). Pembukaan dihadiri oleh KaKanwil Kemenag Kalteng Drs.H.Djawahir Tanthowi,MM. Hadir pula Direktur Pelaksana BAZNAS Pusat Teten Kusniawan.

Kegiatan ini bertujuan mewujudkan pengelolaan zakat yang integral, profesional, amanah dan akuntabel dengan memanfaatkan Teknologi Informasi kata Ketua BAZNAS Prov.Kalteng H.Bulkani. Pelatihan ini terselenggara atas kerjasama BAZNAS Prov.Kalteng dan BAZNAS Pusat. Keseluruhan Trainer berasal dari BAZNAS Pusat.

Penguatan kelembagaan zakat menurut Teten Kusniawan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat seperti yang terjadi pada zaman Rasululah. Melihat besarnya potensi zakat untuk mengentaskan kemiskinan. BAZNAS berharap keempat agenda nasional itu bisa disinkronkan, disinergikan dengan Pemerintah maupun pihak terkait seperti Bank mitra BAZNAS.

Melalui sambutannya, Wagub mengajak semua Instansi Pemerintahan baik yang vertikal maupun SKPD untuk lebih menggeliatkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kantor masing-masing. Buat gebrakan dengan meletakkan kotak zakat di setiap ruangan kerja, tidak usah malu kata Wagub. Sisihkan penghasilan 2,5% baik itu dari gaji, perjalanan dinas bahkan honorarium. Buat gebrakan juga dengan meletakkan kotak zakat di perusahaan-perusahaan BUMN maupun swasta. Apalagi di Kalteng banyak terdapat perusahaan perkebunan dan tambang. Wagub yakin jika zakat diberdayakan mencapai 100% ditunjang jumlah umat Islam yang mayoritas, potensinya dapat digunakan mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat. Sehingga anak yatim tidak harus terlantar, rumah ibadah tidak perlu menunggu bantuan sosial dari Pemerintah. Bagi Pemprov.Kalteng BAZNAS sangat mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Terakhir Wagub mengingatkan kembali hadist nabi yang menyatakan ketika manusia mati semuanya akan terputus kecuali anak yang shaleh, amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Zakat termasuk kategori amal jariyah. (Ispur)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.094280 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 648462
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.